Jumat, 19 September 2014

ANTI SOSIAL KARENA SOSIAL MEDIA







              Generasi nunduk,  sadar atau tidak fenomena inilah yang tengah menjadi realita dalam kehidupan berbangsa kita. Hampir tiap saat kita temui, tua maupun muda, pria maupun wanita, bercengkrama dengan yang jauh, namun mengabaikan yang dekat. Semua tertuju pada benda kecil, namun menguasai dunia. Smart phone, dengan sejuta aplikasinya yang mampu membuat seseorang merasa ramai padahal ia sendirian. Termasuk di dalamnya sosial media, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan bentuknya, namun nyata akibatnya. Begitupun akibatnya, tak kasat mata namun jelas terasa.
              Lalu apa sebenarnya sosial media? Sosial media merupakan wadah, bagi setiap orang untuk saling berkenalan, menjalin komunikasi dan bertukar informasi. Sangat bermanfaat sebenarnya fungsi dari sosial media, kita dapat dengan mudah mengetahui apa yang sedang terjadi di tempat yang bahkan kita tidak tahu nama tempat itu atau mendapat informasi dari orang yang kita sendiri tidak mengenal orang itu. Namun dalam penggunaannya, sosial media kerap kali di gunakan sebagai ajang pengenalan diri yang berlebihan, tak tahu aturan dalam setiap kata yang kita keluarkan yang akhirnya hanya buang2 waktu yang kita lakukan. Lebih parahnya lagi, kita seakan terlena dengan kehidupan maya di sosial media sehingga kita lupa kehidupan nyata di dunia. Entah apa yang ada di benak kita, disetiap kesempatan kita sibuk mengurus kehidupan ajaib kita, mengerjakan yang tak seharusnya dikerjakan dan mengabaikan yang seharusnya dilakukan.
            Tak bisa dipungkiri karena memang itu yang terjadi, banyak dari kita yang lebih senang bercengkrama di dunia maya di bandingkan dunia nyata, lebih mudah dan lebih menarik, mungkin itu alasannya, namun disamping itu secara tidak sadara kita kehilangan jati diri bangsa sabagai bangsa sosialis, bangsa yang masyrakatnya saling tegur sapa, yang mudah membaur dengan siapapun walau tidak kenal. Menjadi hampir kapitalis dimana masyarakatnya enggan bersosialisasi dengan khalayak umum, mengerjakan pekerjaannya sendiri, hingga menjadi pribadi individualis. Sebuah efek besar yang ditimbulkan dari masalah yang sebenarnya kecil, menjadi anti sosial hanya karena hobi kita dengan sosial media.
            Cobalah sesekali kita keluar,di tempat keramaian, matikan gadget dan buka mata, hati dan telinga kita, perhatikan para pengguna sosial media, rasakan kesepian yang kita lihat, dan dengar sunyinya keramahan masyarakat. Sangat sepi bukan? Saat semua orang sibuk dengan kehidupan pribadinya, tiada lagi saling tegur sapa apalagi basa basi yang sebenarnya ciri khas masyarakat indonesia kepada orang yang baru dikenalnya. Berganti dengan kesibukan bersosialisasi di dunia yang entah dimana dunia itu berada.
             Bukalah hati kita, tanyakan padanya seperti itukah diri kita? Pribadi yang apatis dengan kehidupan sekitar namun antusias dengan khayalan? Gunakanlah media sosial sesuai fungsinya dan cukup sekedarnya, tidak terlalu penting membangun diri di dunia maya, karena dunia itu tidak nyata, jadilah seorang pemberani yang membangun diri di dunia nyata, dunia yang benar benar ada dan kita di dalamnya sebagai pemeran utama, jangan jadi anti sosial hanya karena medi sosial.

Wassalamualaikum wr.wb


Hanya sebatas opini yang bersumber dari pemikiran sederhana,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar