ANTI SOSIAL KARENA SOSIAL MEDIA
Generasi nunduk, sadar atau tidak fenomena inilah yang tengah
menjadi realita dalam kehidupan berbangsa kita. Hampir tiap saat kita temui,
tua maupun muda, pria maupun wanita, bercengkrama dengan yang jauh, namun mengabaikan
yang dekat. Semua tertuju pada benda kecil, namun menguasai dunia. Smart phone,
dengan sejuta aplikasinya yang mampu membuat seseorang merasa ramai padahal ia
sendirian. Termasuk di dalamnya sosial media, sesuatu yang tidak bisa
dijelaskan bentuknya, namun nyata akibatnya. Begitupun akibatnya, tak kasat
mata namun jelas terasa.
Lalu apa sebenarnya sosial media?
Sosial media merupakan wadah, bagi setiap orang untuk saling berkenalan,
menjalin komunikasi dan bertukar informasi. Sangat bermanfaat sebenarnya fungsi
dari sosial media, kita dapat dengan mudah mengetahui apa yang sedang terjadi
di tempat yang bahkan kita tidak tahu nama tempat itu atau mendapat informasi
dari orang yang kita sendiri tidak mengenal orang itu. Namun dalam
penggunaannya, sosial media kerap kali di gunakan sebagai ajang pengenalan diri
yang berlebihan, tak tahu aturan dalam setiap kata yang kita keluarkan yang akhirnya
hanya buang2 waktu yang kita lakukan. Lebih parahnya lagi, kita seakan terlena
dengan kehidupan maya di sosial media sehingga kita lupa kehidupan nyata di
dunia. Entah apa yang ada di benak kita, disetiap kesempatan kita sibuk
mengurus kehidupan ajaib kita, mengerjakan yang tak seharusnya dikerjakan dan
mengabaikan yang seharusnya dilakukan.
Tak bisa dipungkiri karena memang
itu yang terjadi, banyak dari kita yang lebih senang bercengkrama di dunia maya
di bandingkan dunia nyata, lebih mudah dan lebih menarik, mungkin itu
alasannya, namun disamping itu secara tidak sadara kita kehilangan jati diri
bangsa sabagai bangsa sosialis, bangsa yang masyrakatnya saling tegur sapa, yang
mudah membaur dengan siapapun walau tidak kenal. Menjadi hampir kapitalis
dimana masyarakatnya enggan bersosialisasi dengan khalayak umum, mengerjakan
pekerjaannya sendiri, hingga menjadi pribadi individualis. Sebuah efek besar
yang ditimbulkan dari masalah yang sebenarnya kecil, menjadi anti sosial hanya
karena hobi kita dengan sosial media.
Cobalah sesekali kita keluar,di
tempat keramaian, matikan gadget dan buka mata, hati dan telinga kita,
perhatikan para pengguna sosial media, rasakan kesepian yang kita lihat, dan
dengar sunyinya keramahan masyarakat. Sangat sepi bukan? Saat semua orang sibuk
dengan kehidupan pribadinya, tiada lagi saling tegur sapa apalagi basa basi
yang sebenarnya ciri khas masyarakat indonesia kepada orang yang baru dikenalnya.
Berganti dengan kesibukan bersosialisasi di dunia yang entah dimana dunia itu
berada.
Bukalah hati kita, tanyakan
padanya seperti itukah diri kita? Pribadi yang apatis dengan kehidupan sekitar
namun antusias dengan khayalan? Gunakanlah media sosial sesuai fungsinya dan
cukup sekedarnya, tidak terlalu penting membangun diri di dunia maya, karena
dunia itu tidak nyata, jadilah seorang pemberani yang membangun diri di dunia
nyata, dunia yang benar benar ada dan kita di dalamnya sebagai pemeran utama,
jangan jadi anti sosial hanya karena medi sosial.
Wassalamualaikum wr.wb
Hanya sebatas opini yang
bersumber dari pemikiran sederhana,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar