Kamis, 25 September 2014

cuma orang yang ga tau indahnya indonesia yang masih galau

Kadang kadang gw suka mikir, apa gitu yang dipikirin sama anak anak yang sering galau gara gara putus, bingung malem minggu jomblo, ngiri ngeliatin orang pacaran. Apa cuma sebatas itu kehidupan kalian? Ga ada gitu hal hal yang lebih berguna buat kalian? Kalo emang begitu adanya, sungguh kasian kalian.
Coba kalian cari kegiatan apa gitu yang bisa bikin kalian sibuk, misalnya nulis, bikin karya, bikin novel, atau cari hobi yang sekiranya buat kalian sibuk sampe lupa apa itu pacar. Misalnya apa ya?? Ok misalnya naik gunung.. hahaha
Kalian ga akan galau kalo kalian liat indahnya alam indonesia, orang alam nya lebih keren dari pacar kalian,, udah gitu bermanfaat lagi, selain melatih kekuatan, kita juga di latih bagaimana jadi manusia sederhana dalam menjalani hidup. Ditambah pemandangannya,di jamin deh pacar aja mah lewat.

Nih beberapa viewnya bagaimana digunung itu. 


nih lagi,,,



gimana? masih kepikiran buat ngabisin waktu kalian dengan galau galauan ? think again guys !!

hidup ini indah terlalu indah kalo diabisin buat galau doang. 
selain ngilangin suntuk, naik gunung juga berfungsi menumbuhkan nasionalisme kita yang agak mulai pudar kayanya.
jadi tunggu apalagi, ayo pemuda, angkat cerier kalian, pakai sepatu kalian dan bawa bendera kalian, dakilah gunung gunung jauh nan tinggi disana. happy summit guys, ingat safety first.


Jumat, 19 September 2014

ANTI SOSIAL KARENA SOSIAL MEDIA







              Generasi nunduk,  sadar atau tidak fenomena inilah yang tengah menjadi realita dalam kehidupan berbangsa kita. Hampir tiap saat kita temui, tua maupun muda, pria maupun wanita, bercengkrama dengan yang jauh, namun mengabaikan yang dekat. Semua tertuju pada benda kecil, namun menguasai dunia. Smart phone, dengan sejuta aplikasinya yang mampu membuat seseorang merasa ramai padahal ia sendirian. Termasuk di dalamnya sosial media, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan bentuknya, namun nyata akibatnya. Begitupun akibatnya, tak kasat mata namun jelas terasa.
              Lalu apa sebenarnya sosial media? Sosial media merupakan wadah, bagi setiap orang untuk saling berkenalan, menjalin komunikasi dan bertukar informasi. Sangat bermanfaat sebenarnya fungsi dari sosial media, kita dapat dengan mudah mengetahui apa yang sedang terjadi di tempat yang bahkan kita tidak tahu nama tempat itu atau mendapat informasi dari orang yang kita sendiri tidak mengenal orang itu. Namun dalam penggunaannya, sosial media kerap kali di gunakan sebagai ajang pengenalan diri yang berlebihan, tak tahu aturan dalam setiap kata yang kita keluarkan yang akhirnya hanya buang2 waktu yang kita lakukan. Lebih parahnya lagi, kita seakan terlena dengan kehidupan maya di sosial media sehingga kita lupa kehidupan nyata di dunia. Entah apa yang ada di benak kita, disetiap kesempatan kita sibuk mengurus kehidupan ajaib kita, mengerjakan yang tak seharusnya dikerjakan dan mengabaikan yang seharusnya dilakukan.
            Tak bisa dipungkiri karena memang itu yang terjadi, banyak dari kita yang lebih senang bercengkrama di dunia maya di bandingkan dunia nyata, lebih mudah dan lebih menarik, mungkin itu alasannya, namun disamping itu secara tidak sadara kita kehilangan jati diri bangsa sabagai bangsa sosialis, bangsa yang masyrakatnya saling tegur sapa, yang mudah membaur dengan siapapun walau tidak kenal. Menjadi hampir kapitalis dimana masyarakatnya enggan bersosialisasi dengan khalayak umum, mengerjakan pekerjaannya sendiri, hingga menjadi pribadi individualis. Sebuah efek besar yang ditimbulkan dari masalah yang sebenarnya kecil, menjadi anti sosial hanya karena hobi kita dengan sosial media.
            Cobalah sesekali kita keluar,di tempat keramaian, matikan gadget dan buka mata, hati dan telinga kita, perhatikan para pengguna sosial media, rasakan kesepian yang kita lihat, dan dengar sunyinya keramahan masyarakat. Sangat sepi bukan? Saat semua orang sibuk dengan kehidupan pribadinya, tiada lagi saling tegur sapa apalagi basa basi yang sebenarnya ciri khas masyarakat indonesia kepada orang yang baru dikenalnya. Berganti dengan kesibukan bersosialisasi di dunia yang entah dimana dunia itu berada.
             Bukalah hati kita, tanyakan padanya seperti itukah diri kita? Pribadi yang apatis dengan kehidupan sekitar namun antusias dengan khayalan? Gunakanlah media sosial sesuai fungsinya dan cukup sekedarnya, tidak terlalu penting membangun diri di dunia maya, karena dunia itu tidak nyata, jadilah seorang pemberani yang membangun diri di dunia nyata, dunia yang benar benar ada dan kita di dalamnya sebagai pemeran utama, jangan jadi anti sosial hanya karena medi sosial.

Wassalamualaikum wr.wb


Hanya sebatas opini yang bersumber dari pemikiran sederhana,

Jumat, 28 Februari 2014

Semangat besar dari seekor makhluk kecil.

check this out...
          
   Ada seorang pria, dimana pria tersebut merupakan seorang pengngguran, berulang kali pria tersebut berusaha mencari pekerjaan, namun tetap saja belum mendapat titik terang akan masa depannya. Suatu hari pria tersebut mendatangi sebuah perusahan, dengan penuh harapan pria itu melamar pekerjaan di perusahaan tersebut. Namun apa daya, takdir kembali mematahkan harapannya. Pria ini pun berjalan keluar dengan wajah yg memerah akibat kekesalan dan kekecewaan yang menggelapkan hatinya, sepanjang jalan pulang hatinya terus menggerutu “saya lelah dengan hidup ini tuhan, saya tidak kuat menjalaninya”, suara yang terus menerus keluar dari hati yang telah menyerah akan sakitnya tamparan hidup.
          
 
             Singkat cerita,tibalah pria ini di sebuah taman. Dengan pasrah ia dudukkan tububhnya yang begitu letih menahan beban hidup disebuah bangku. Pandanganny terganggu oleh seekor laba-laba yg sedang membangun sarang diantara ranting ranting pohon. Merasa butuh hiburan, pria ini mengambil sebatang ranting dan mendekati si laba laba yg tengah membangun sarang, sekuat tenaga, pria ini menghancurkan sarang laba laba tersebut sebagai bentuk pelampiasannya atas perlakuan dunia padanya. Sarang itu pun hancur, dan pria itu kembali duduk seraya menunjukkan wajah kepuasannya atas pembalasan dendam yg di lampiaskan pada si laba laba.

             Tidak lama setelah ia duduk, terlihat laba laba tadi kembali membangun sarangnya. Hasrat jahat pria ini pun kembali muncul tatkala melihat si laba laba kembali membangun sarangny. Dengan sigap si pria segera mengambil ranting dan kembali merusak sarang laba laba tersebut,ia pun kembali duduk setelah puas melihat sarang laba laba berhasil dihancurkannya.


            Tanpa diduga si pria, laba laba kembali membangun sarangnya untuk ke 3 kalinya, meresa di ejek oleh tingkah laba laba,pria ini spontan mengambil ranting dan langsung menebas sarang laba laba hingga tak tersisa. Karena penasaran dengan laba laba tersebut, kali ini si pria tidak kembali ke bangkunya, melainkan memerhatikan si laba laba, seraya hatinya berkata “apa yang akan kau lakukan setelah sarangmu berkali kali ku hancurkan wahai laba laba?”. Tanpa waktu yang lama,si laba laba segera berbgegas, kembali membangun sarangnya. Seketika itu pula si pria tersadar betapa bodohnya dia (si pria). Berkali kali ia hancurkan sarang laba laba,namun si laba laba tidak sedikitpun menunjukkan bahwa ia menyerah, ia terus bangkit kembali membangun sarang walaupun selalu digagalkan oleh si pria. Berbanding terbalik dengan yang ditunjukkan si pria yang selalu mengeluh dengan kegagalan yang menimpanya sehingga ia menyerah. Pria ini pun berpikir bagaimana bisa dia yg seorang anak manusia dimana manusia adalah makhluk yg sempurna yg dibekali akal bisa dikalahkan semangatny oleh seekor makhluk kecil yg bernama laba laba?. Pria ini pun lantas menyadari kesalahannya,seraya berdoa “Ya Allah maafkanlah hamba mu ini yang telah berpaling dari rahmatmu”. Ia pun segera pulang dan menyiapkan mentalnya, mengukuhkan dirinya, dan bersiap menhadapi rintangan yang Allah berikan untuknya di esok hari...


Catatan penulis :

Kadang kita tidak menyadari betapa besar karunia yang Allah berikan pada kita, sebanyak apapun ujiannya, tidak akan pernah setara jumlahnya dengan nikmat yg Ia berikan. Tidak usah takut menjalani kehidupan, krn Allah mencintai hambanya yang bersabar, lagipula nasib kita telah ditentukan saat kita berusia 4 bulan di kandungan bersamaan dengan ditiupnya roh pada tubuh kita. Cukup dengan bersabar dan berihtiar jalani hidup kia. Dan tak usah takut dengan masalah kita. Ingat kata sayyidina ali “jangan katakan ya Allah saya punya masalah besar. Tapi katakan hey masalah aku punya Allah yang maha besar!!!”
Semoga postingan saya di atas dapat memberi semangat untuk kawan kawan sekalian. Mohon maaf jika ada kekurangan,ambil yg baik, dan tinggalkan yg buruk,,,

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Senin, 24 Februari 2014

pertama

Assalamualaikum....
Ini merupakan pengalam pertama saya di dunia blog.... Semoga tulisan saya bisa bermanfaat untuk anda sekalian. Dan untuk segala kesalahan saya dalam tulisan yang saya buat. Saya mohon dimaafkan,  karna sudah mutlak bahwa manusia ialah tempat kesalahan....
Wassalamualaikum.....